Review Acer Aspire One
Hello there! If you are new here, you might want to subscribe to the RSS feed for updates on this topic.
Acer menerobos segmen UMPC dengan meluncurkan Acer Aspire One. Berbekal
keyboard yang mewah, layar yang bagus dan harga yang bersaing membuat
Aspire One, produk teranyar Acer menjadi sebuah laptop yang powerful.
Asus Eee mungkin bisa melenggang dengan santai di pasaran, dan dapat
bertahan hingga beberapa bulan, namun pesaing baru telah hadir dengan
sangat cepat dan mengagetkan. Ya, Acer’s Aspire One telah hadir, apakah
ini pertanda dominasi Asus dengan Eee PC-nya harus berakhir? atau ini
adalah awal dari sebuah persaingan baru..
Mini-notebooks sedang menjadi trend dan semakin berkembang dari hari
ke hari di pasaran laptop, tetapi Acer masuk ke pasar tersebut yang
sudah penuh sesak, dengan suatu laptop miniatur yang simpel namun sangat
berkelas. Aspire One dengan tampilan klasik yang elegan disertai
processor Intel Atom nya memberikan kenyamanan tersendiri saat surfing
Web dan penggunaan multimedia ringan. Mengambil sistem operasi Linux
untuk interfacenya ASUS membungkus laptop tersebut dengan sistem yang
cukup ringan. Dijual dengan harga empat jutaan, membuat Acer Aspire One
layak untuk dipertimbangkan
Design ramping dan elegan
Warna Pearl White pada Aspire one (juga terdapat warna navy blue, pink,
dan black) terlihat sangat elegan. Dibandingkan dengan mini-notebook
lain seperti Asus Eee PC 901 dan HP 2133 Mininote, Acer Aspire One
adalah yang paling tipis dan ringan. Dengan ukuran 24,9 x 17 x 2,8 cm
dan berat hanya 1 kg, lebih ringan 0,1kg dari pesaingnya Asus Eee PC
901. Sangat sempurna untuk dimasukkan ke tas handbag dan briefcase
kecil.
Mengetik dengan mudah, Touchpad yang ringkas
Keyboardnya memenuhi 89% dari keseluruhan ukuran laptop, sedikit lebih
kecil daripada HP Mininote 2133 maupun MSI Wind, namun sebenarnya sudah
terasa cukup besar untuk sebuah sentuhan jari. Karena Aspire One
mempunyai keyboard yang sangat responsif. Dengan ukuran 6,3 x 3 cm,
trackpad pada Aspire One terasa lumayan kecil dan cukup sempit. Dan
hasilnya mungkin akan sering mengulang-ulang pergerakan jari. Hampir
sama dengan trackpad pada HP Mini-note, tegak lurus vertikal dengan
tombol mouse di ujung-ujungnya, sehingga memaksa kita untuk memakai
kedua tangan untuk mengaksesnya. Aspire One dilengkapi dengan port VGA, 3
port USB, Ethernet, headphone, dan microphone. Juga termasuk didalamnya
5-in-1 card reader (untuk transfer photos, music, dan file lainnya) dan
additional SD Card slot, sehingga kita dapat menambah kapasitas Storage
dari 8GB menjadi lebih banyak lagi.
Antarmuka yang ekselen
Mirip dengan ASUS dengan Xandros Linux nya, Aspire One juga tertanam
Linpus Lite sebagai sistem operasinya, dan pada interfacenya dibagi ke
dalam 4 bagian/session, yaitu Connect, Work, Fun, dan Files. Di sesion
Connect dibekali dengan Firefox 2.014; instant-messaging client yang
mendukung AIM, Google Talk, MSN Messenger, Yahoo Messenger, Skype, dan
beberapa Instan Messenger lainnya. Pada session Work kita dapat
menjumpai OpenOffice suite, Contacts, Calculator, Notes, dan Calendar.
Sedangkan pada sesi Fun terdapat Media Master multimedia player, Photo
Master picture manager, dan sejumlah casual games. Dan pada session File
berisi My Documents, My Music, My Pictures, My Videos, My Downloads,
dan My Files folders.
Display jelas and Speaker
Dengan 8.9-inch glossy display yang memiliki resolusi 1024 x 600,
colorful desktop bright, dan Web pages fit to size on the screen, Aspire
One akan memanjakan mata kita. Dan tingkat penglihatan ke layar hingga
45?. Webcam yang tertanam di laptop dengan ukuran 0.3-megapixel dapat
digunakan untuk video chat. Microphone terletak disebelah kiri dari
webcam, dan dapat mengirimkan suara dengan tingkat kebisingan yang
lumayan rendah. Speaker terletak di bagian bawah laptop, dan dapat
menghasilkan suara yang cukup jernih dan jangkauan suara cukup baik.
Performa Acer Aspire One
Aspire one dilengkapi dengan 1.6-GHz Intel Atom processor seperti yang
digunakan pada Eee PC 901, walaupun mempunyai RAM yang lebih rendah
yaitu 512MB, apabila dibandingkan dengan Eee PC’s yang RAMnya 1GB,
performa Acer Aspire One tidak bisa diremehkan. Sebagai tambahan, RAM
pada Aspire One tidak mudah untuk diupgrade, karena RAM telah tersimpan
aman di motherboardnya. Meskipun demikian, program dapat berjalan dengan
cepat tanpa terasa adanya hambatan berarti, dan dapat melakukan
multitasking dengan lancar. Bayangkan saja saat di tes, Linux version
dari Aspire One dapat menjalankan musik, browsing, dan menulis pada Open
Office secara bersamaan tanpa hambatan. Aspire One berkapasitas 8GB
drive, dan dapat melakukan booting ke System dalam waktu 20 detik, cukup
cepat. Namun di sisi lain sangat disayangkan laptop ini hanya mempunyai
kapasitas 8Gb saja, dan kita hanya bisa memakai 6.4G. Sebagai
pembanding, Eee PC 901 hadir dengan 20GB SSD. Oleh karena itu, Acer
dilengkapi dengan 2 slot, dan keduanya dapat mengakses SDHC Cards. Yang
menarik, adalah saat Card dimasukkan ke slot, komputer tidak membaca SD
card slot sebagai separate storage namun sebagai bagian dari hard
drive.
Akses nirkabel dengan WIFI
Dengan Intel Atom processor dan three-cell battery-nya, kami berharap
Aspire One dapat bertahan lama dalam keadaan batery penuh dan Wi-Fi on.
Dikarenakan menggunakan sistem operasi Linux, kami tidak mungkin
melakukan “battery run-down tests” dalam keadaan standar,namun pada
penggunaan reguler yang termasuk browsing, musik, dan word processing,
Laptop ini dapat bertahan hingga 1 jam 58 menit. Dan Eee PC 901 mampu
melakukan dua kali lipatnya menggunakan six-cell battery, yaitu 4 jam 38
menit. Namun tidak menutup kmungkinan batery dapat diganti menggunakan
six-cell battery. Aspire one’s menggunakan 802.11 b/g Wi-Fi yang bisa
terhubung dengan mudah ke WPA-protected access point. Dan kekuatan
signal tidak akan berada di bawah 92 percent dalam radius 15 meter, dan
menurut pengalaman kami menggunakan WI-FI nya tidak pernah terjadi
signal drop. Web pages dapat diakses dengan cepat di network kantor. Dan
meminimalisir putus-putus saat melihat online video. (AR)